28.5.12

galauku karenamu..

mungkin bisa saja diriq juga melakukan hal yg sama sepertimu, yg menurutq saat ini adalah 'terbuai'. Tentu saja terbuai kita berbeda dg mereka yg sama sekali tak tersentuh tarbiyah, kita tetap tahu batasannya. Kita org beruntung yg msh disayang Allah, diberi kesempatan mengenyam tarbiyah, memberikan kita sedikit ilmuNya. mengetahui betapa Kuasanya Ia.

Jika drq yg berada pada posisimu skg, berada dlm buaian kenikmatan fitrah yg teraplikasi dlm tindakan2 kecil yg memesona perasaan, yg tak seharusnya dilakukan. Tentu drq berharap ada sahabat yg mengingatkan agar langkahku tetap terjaga (bernilai pahala) menuju ikatan suci, Bukankah kita sepakat sesuatu yg baik itu melalui cara yg baik pula. Jaga hatimu, biarkan semuanya mengendap dan memuncak hingga ia akan benar2 indah pada waktunya. Ah, drq tak pandai mengingatkan dg cara yg kau sukai. Drq skg cuma mo blg, perbanyaklah amalan yaumiyahmu, sibukkan waktu luangmu (walau sedikit) sbg pengalihan dr dia. ut lbh mendekat padaNya.
qo-

24.5.12

Janin pun Tertawa dan Menangis

Oleh Chem. Gamal Abdel-Nasser

Dalam surat Al-Najm Allah berfirman tentang diri-Nya sendiri, “Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” (QS An-Najm [53]: 43)

Ayat ini berisi indikasi ilmiah yang sangat bagus tentang fakta ditemukan akhir-akhir ini bahwa janin memiliki ekspresi wajah ketika dia berada di dalam rahim ibunya, tanpa diajari untuk melakukannya.
Keajaiban penciptaan manusia terungkap melalui tahap-tahap perkembangan janin yang digambarkan oleh Al-Quran. Ia dimulai dengan pembentukan sel-sel germinal pada orang tuanya. Ketika sperma bertemu dengan ovum, maka keduanya membentuk zigot (nutfah amsyaj) yang kemudian menjadi gumpalan seperti lintah (‘alaqah) kemudian menjadi segumpal daging sekunyahan (mudghah), lalu berubah menjadi tulang yang tertutup dengan daging. Dalam jangka waktu yang telah ditentukan, sel-sel tumbuh menjadi makhluk lain yang dinamis dan bergerak dalam rahim ibunya, dengan ekspresi wajah terlihat jelas. Setelah revolusi teknologi terjadi akhir-akhir ini hingga diciptakan sebuah alat scan embrio, maka kita sekarang dapat melihat embrio tersenyum dan menangis dalam perut ibu sebelum mereka melihat cahaya di bumi.

Ada beberapa model pemindaian medis dan kebidanan pada USG. Standar diagnostik umum kebidanan adalah pemindaian model 2D. Dalam pemindaian janin 3D bukan gelombang suara yang dikirim langsung ke bawah dan dipantulkan kembali, tetapi dikirim pada sudut yang berbeda. Gema yang kembali diproses oleh program komputer yang canggih sehingga menghasilkan volume gambar tiga dimensi dari permukaan janin atau organ internal, cara yang sama yang digunakan alat CT scan untuk membangun sebuah gambar dari beberapa x-ray. 3D ultrasound memungkinkan kita untuk melihat lebar, tinggi dan kedalaman gambar dalam banyak cara yang sama seperti film 3D tapi tidak ada gerakan ditampilkan. Sedangkan model 4D ultrasound menambahan gerakan dengan merangkai 3D ultrasound secara berturut-turut.
3D USG pertama kali dikembangkan oleh Olaf von Ramm dan Stephen Smith di Duke University di tahun 1987.

Teknologi ini digunakan di bidang kegiatan penelitian intensif, terutama scan terhadap anomali janin. Tetapi ada juga masyarakat umum menggunakan, dan terbukti scan ini dapat memperbaiki ikatan janin-ibu. Scan 4D bayi mirip dengan scan 3D, hanya scan 4D menunjukkan gerakan janin seperti dalam bentuk video.

Ekspresi wajah bayi tidak meniru ibunya

Teknik pemindaian termodern telah menghasilkan gambar yang menakjubkan dari dalam rahim yang menunjukkan bahwa bayi rupanya tersenyum dan menangis. Hingga kini, para dokter tidak berpikir bahwa bayi tidak berekspresi sampai setelah kelahiran. Mereka meyakini bahwa bayi belajar untuk tersenyum dengan meniru ibunya. Bayi biasanya tidak tersenyum setelah lahir sampai mereka berusia sekitar enam minggu.

Gambar: Janin tersenyum lebar hingga mirip tertawa
8Ilmuwan bukan satu-satunya yang terkejut oleh gambar ini, tetapi orang-orang biasa lebih terkejut. Foto-foto ini benar-benar membangkitkan dalam jiwa manusia rasa kagum yang luas biasa terhadap ciptaan Allah. Gambar-gambar tersebut dapat memicu emosi belas kasih orang tua dan gembira ketika melihat janin tersenyum, dan emosi belas kasih ketika anda melihat janin menangis.


Gambar: Janin menangis

Pada emosi ini, sebuah pertanyaan penting harus diajukan: jika janin masih dalam rahim ibunya dan ia tidak melihat cahaya lagi, tidak melihat ibunya menangis atau tersenyum, lalu siapa yang mengajarkan janin ini menangis dan tersenyum? Pertanyaan ini bahkan dilontarkan oleh para ilmuwan. Profesor Stuart Campbell mengatakan, “Ada apa di balik senyum itu? Tentu saja, saya tidak bisa menjawabnya. Tapi, muncul sudut dan tonjolan pipi ... aku pikir itu pasti ada indikasi kepuasan dalam sebuah lingkungan yang bebas stres. “
Tapi, pertanyaan itu dijawab oleh Al-Qur’an. Allah berfirman, “Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” (QS An-Najm [53]: 43) Allah adalah Dzat yang membuat embrio tersenyum dan menangis. Kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya sejalan dengan Quran, tetapi Al-Qur’an juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan para ilmuwan.

Menangis dan Kehidupan

Ayat ini merupakan indikasi yang kuat kepada semua orang bahwa yang memberikan kita kemampuan untuk tertawa dan menangis adalah Allah (SWT). Tetapi, kalau kita bisa berpersepsi bahwa kemampuan tertawa merupakan nikmat dari Allah kepada kita, lalu bagaimana mungkin kemampuan menangis juga merupakan anugerah dari Tuhan?

Jika kita berpikir tentang satu momen dalam kehidupan kita, kita akan menemukan bahwa karunia terbesar Allah kepada kita menangis. Momen tersebut adalah adalah saat pertama dalam hidup kita, saat di mana kita tiba ke dunia ini. kalau kita tidak menangis pada saat ini, maka hidup kita berakhir.

Tersenyum, lega, selamat dan tepuk tangan tidak mulai ketika seorang anak dilahirkan - mereka mulai saat itu menangis. Tanpa menangis, ruangan menjadi semakin diam dan semakin cemas suasana hati, dan untuk alasan yang baik - menangis adalah tanda yang sangat positif yang baru, hidup sehat. Banyak faktor dan interaksi yang kompleks masuk ke produksi suara yang mengumumkan gembira, sehat melahirkan. [4]

Mengapa bayi harus menangis?

Pertukaran oksigen di paru-paru terjadi pada membran seperti balon kecil yang disebut alveoli. Ia melekat pada cabang-cabang bagian bronkial. Alveoli ini akan mengembang dan mengempis bersamaan dengan bayi menghisap dan membuang napasnya.


Gambar: Sebuah paru-paru pada dasarnya terdiri dari alveolus

Semua orang tahu bahwa meniup sebuah balon untuk pertama kalinya itu sangat sulit. Kenapa? Untuk satu hal, tekanan yang diberikan tidak menciptakan banyak ketegangan di dinding balon kecil untuk memulai proses peregangan yang diperlukan untuk inflasi.

Menurut hukum Laplace, tekanan distensi pada obyek berongga yang diregangkan adalah sama dengan tegangan dalam dinding dibagi oleh 2 jaringan kelengkungan utama dari obyek. Jika untuk mengatasi elastisitas balon besar dan memperluasnya itu dibutuhkan tekanan tertentu, maka untuk memperluas balon yang lebih kecil dibutuhkan lebih banyak tekanan. Semua ini menyulitkan bayi untuk mengambil napas pertama pada paru-paru yang terdiri dari balon-balon kecil! Alveoli paru-paru yang kempes pada janin harus dipompa dalam proses pernapasan. Jadi, cara tradisional dengan memukul bagian bawah bayi yang baru lahir itu bertujuan untuk membuat dirinya mampu menghasilkan napas pertama. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh bayi prematur dapat diatasi dengan memberi cairan surfaktan untuk melapisi alveoli sehingga memberi dindingnya memiliki ketegangan yang tepat.

Itulah karunia yang besar dari Allah (SWT) sehingga kita mampu tertawa dan menangis. “Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” (QS An-Najm [53]: 43)

Sumber :  http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/chem-gamal-abdel-nasser-siapa-yang-membuat-janin-tertawa-dan-menangis.htm


qo-

28.4.12

bayangan kalian, terganggu ^^

mengingatkanku akan kehangatan mereka
 tak kuasa jika ada pasien seumuran bapak n ibu. Membayangkan jika pasien tersebut adalah bapakq, dia sakit n berobat ke bidan kemudian merogoh koceknya. Ahg, tak kan kubiarkan mereka bayar mahal utk berobat.


Atau ada adik2 seumuran adikku, ketika ditanya ternyata putus sekolah karena biaya. Membayangkan jk ternyata itu adikku, tak kuasa aku membiarkannya hanyut dlm kenikmatan bekerja di umur sekolahnya. Maafkan sy jk adik hrs menitikkan air mata..



*msh banyak yg ingin kugoreskan dr pasien2 unik hari ini, aeeh tp oci dah nyanyi 'brp lamakah lg' terus menerus. Dak tahan nengernyo,.. ku cukupkan dl ja cerita dibalik kerinduan ibu bapak n adik2 yg di desa seberang sore ini. Krn aku mencintai kalian..

qo-

27.4.12

yg sabar dan tawakal. Krn kita pegawai,,

 pun sampai ia tak bisa menyaksikan jelang ajal sang ayah.
Bukan karena ia sibuk bekerja/mencari uang, dalam arti ia sengaja dan begitu menyukai pekerjaannya. Tidak, sama sekali bukan. Tapi karena pekerjaan ini yg menuntutnya banyak. Soal izin, hanya boleh izin 2 hari. Setelah ganti dan tutup jadwal sana/i, setelah 2 hari izin yg dilalui (bagaimanapun keadaan sang ayah) harus kembali bekerja di pulau seberang ini, harus kembali masuk dulu dan akan kembali izin. ternyata sudah tidak keburu. Sang ayah menutup mata dini hari.
Innalillahi wa innailaihi rooji'uun, sesungguhnya setiap diri kita adalah milik Allah dan akan kembali kepadaNya. Hanya soal waktu, akan ada saatnya giliran kita. Semoga kita mampu mempersiapkan sebaik2 bekal..

Untuk temanku, yg sabar yoh. Mungkin ada rasa penyesalan di hatimu, balaskan dengan banyak persembahan doa utk ayahmu. Tak ada yg ia bawa kecuali ilmu yg bermanfaat, amal jariyahnya, dan doa2 darimu (anak yg shalihat).

Hanya mampu mendengar tangismu. Pun karena tuntutan pekerjaan, tak bisa menemui dan meminjamkan pundak ini untukmu menangis. Maaf
yg tawakal yo syg..












Koba, 27 april 2012 6am
qo-

12.4.12

Persiapan Muslimah Menjelang Pernikahan Permasalahan dan Kiat-kiat

Penyusun: oleh Rini Fura Kirana M.Eng
Dikirim oleh: Fuan, dari sebuah seminar yang diikutinya.
Persiapan Muslimah Menjelang Pernikahan Permasalahan dan Kiat-kiat
Menghadapinya…
February 20, 2006
Sebagai seorang muslimah, kita semua tentu mengharapkan pada saatnya
nanti akan bertemu dengan pendamping yang akan menjadi pemimpin
dalam rumah tangga kita. Harapannya adalah, dapat membentuk sebuah
keluarga yang sakinah, mawwadah warrahmah. Berikut ini adalah sebuah
artikel yang bagus untuk disimak yang insya Allah bisa menjadi bekal
bagi para muslimah pada khususnya, juga seluruh muslimin dan
muslimat dimanapun berada pada umumnya, mengenai apa yang harus
dipersiapkan menjelang pernikahan. Silahkan disimak.
1. Pendahuluan. Allah telah menciptakan segala sesuatu secara
berpasang-pasangan, tetumbuhan, pepohonan, hewan, semua Allah
ciptakan dalam sunnah keseimbangan & keserasian. Begitupun dengan
manusia, pada diri manusia berjenis laki-laki terdapat sifat
kejantanan/ketegara
n dan pada manusia yang berjenis wanita
terkandung sifat kelembutan/kepengasihan. Sudah menjadi sunatullah
bahwa antara kedua sifat tersebut terdapat unsur tarik menarik dan
kebutuhan untuk saling melengkapi.
Untuk merealisasikan terjadinya kesatuan dari dua sifat tersebut
menjadi sebuah hubungan yang benar-benar manusiawi maka Islam telah
datang dengan membawa ajaran pernikahan Islam menjadikan lembaga
pernikahan sebagai sarana untuk memadu kasih sayang diantara dua
jenis manusia. Dengan jalan pernikahan itu pula akan lahir keturunan
secara terhormat. Maka adalah suatu hal yang wajar jika pernikahan
dikatakan sebagai suatu peristiwa yang sangat diharapkan oleh mereka
yang ingin menjaga kesucian fitrah.
Dan bahkan Rosulullah SAW dalam sebuah hadits secara tegas
memberikan ultimatum kepada ummatnya: “Barang siapa telah mempunyai
kemampuan menikah kemudian ia tidak menikah maka ia bukan termasuk
umatku” (H.R. Thabrani dan Baihaqi).
2. Persiapan Pra Nikah bagi muslimah . Seorang muslimah sholihah
yang mengetahui urgensi dan ibadah pernikahan tentu saja suatu hari
nanti ingin dapat bersanding dengan seorang laki-laki sholih dalam
ikatan suci pernikahan. Pernikahan menuju rumah tangga samara
(sakinah, mawaddah & rahmah) tidak tercipta begitu saja, melainkan
butuh persiapan-persiapan yang memadai sebelum muslimah melangkah
memasuki gerbang pernikahan.
Nikah adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat penting, suatu
mitsaqan ghalizan (perjanjian yang sangat berat). Banyak konsekwensi
yang harus dijalani pasangan suami-isteri dalam berumah tangga.
Terutama bagi seorang muslimah, salah satu ujian dalam kehidupan
diri seorang muslimah adalah bernama pernikahan. Karena salah satu
syarat yang dapat menghantarkan seorang isteri masuk surga adalah
mendapatkan ridho suami. Oleh sebab itu seorang muslimah harus
mengetahui secara mendalam tentang berbagai hal yang berhubungan
dengan persiapan-persiapan menjelang memasuki lembaga pernikahan.
Hal tersebut antara lain :
A. Persiapan spiritual/moral (Kematangan visi keislaman) Dalam tiap
diri muslimah, selalu terdapat keinginan, bahwa suatu hari nanti
akan dipinang oleh seorang lelaki sholih, yang taat beribadah dan
dapat diharapkan menjadi qowwam/pemimpin dalam mengarungi kehidupan
di dunia, sebagai bekal dalam menuju akhirat. Tetapi, bila kita
ingat firman Allah dalam Alqurâ’an bahwa wanita yang keji, adalah
untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang baik adalah untuk
wanita yang baik. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki
yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang
keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang
baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik….”
(QS An-Nuur: 26).
Bila dalam diri seorang muslimah memiliki keinginan untuk
mendapatkan seorang suami yang sholih, maka harus diupayakan agar
dirinya menjadi sholihah terlebih dahulu. Untuk menjadikan diri
seorang muslimah sholihah, maka bekalilah diri dengan ilmu-ilmu
agama, hiasilah dengan akhlaq islami, tujuan nya bukan hanya semata
untuk mencari jodoh, tetapi lebih kepada untuk beribadah mendapatkan
ridhoNya. Dan media pernikahan adalah sebagai salah satu sarana
untuk beribadah pula.
B. Persiapan konsepsional (memahami konsep tentang lembaga
pernikahan)
Pernikahan sebagai ajang untuk menambah ibadah & pahala :
meningkatkan pahala dari Allah, terutama dalam Shalat Dua rokaat
dari orang yang telah menikah lebih baik daripada delapan puluh dua
rokaatnya orang yang bujang” (HR. Tamam).
Pernikahan sebagai wadah terciptanya generasi robbani, penerus
perjuangan menegakkan dienullah. Adapun dengan lahirnya anak yang
sholih/sholihah maka akan menjadi penyelamat bagi kedua orang
tuanya.
Pernikahan sebagai sarana tarbiyah (pendidikan) dan ladang dakwah.
Dengan menikah, maka akan banyak diperoleh pelajaran-pelajaran & hal-
hal yang baru. Selain itu pernikahan juga menjadi salah satu sarana
dalam berdakwah, baik dakwah ke keluarga, maupun ke masyarakat.
C. Persiapan kepribadian
Penerimaan adanya seorang pemimpin. Seorang muslimah harus faham dan
sadar betul bila menikah nanti akan ada seseorang yang baru kita
kenal, tetapi langsung menempati posisi sebagai seorang
qowwam/pemimpin kita yang senantiasa harus kita hormati & taati.
Disinilah nanti salah satu ujian pernikahan itu. Sebagai muslimah
yang sudah terbiasa mandiri, maka pemahaman konsep kepemimpinan yang
baik sesuai dengan syariat Islam akan menjadi modal dalam
berinteraksi dengan suami.
Belajar untuk mengenal (bukan untuk dikenal). Seorang laki-laki yang
menjadi suami kita, sesungguhnya adalah orang asing bagi kita. Latar
belakang, suku, kebiasaan semuanya sangat jauh berbeda dengan kita
menjadi pemicu timbulnya perbedaan. Dan bila perbedaan tersebut
tidak di atur dengan baik melalui komunikasi, keterbukaan dan
kepercayaan, maka bisa jadi timbul persoalan dalam pernikahan. Untuk
itu harus ada persiapan jiwa yang besar dalam menerima & berusaha
mengenali suami kita.
D. Persiapan Fisik Kesiapan fisik ini ditandai dengan kesehatan yang
memadai sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi
diri sebagai suami ataupun isteri secara optimal. Saat sebelum
menikah, ada baiknya bila memeriksakan kesehatan tubuh, terutama
faktor yang mempengaruhi masalah reproduksi. Apakah organ-organ
reproduksi dapat berfungsi baik, atau adakah penyakit tertentu yang
diderita yang dapat berpengaruh pada kesehatan janin yang kelak
dikandung. Bila ditemukan penyakit atau kelainan tertentu, segeralah
berobat.
E. Persiapan Material Islam tidak menghendaki kita berfikiran
materialistis, yaitu hidup yang hanya berorientasi pada materi. Akan
tetapi bagi seorang suami, yang akan mengemban amanah sebagai kepala
keluarga, maka diutamakan adanya kesiapan calon suami untuk
menafkahi. Dan bagi fihak wanita, adanya kesiapan untuk mengelola
keuangan keluarga. Insyallah bila suami berikhtiar untuk menafkahi
maka Allah akan mencukupkan rizki kepadanya. Allah menjadikan bagi
kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu
dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu
rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada
yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah? (QS. 16:72) ” Dan
nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-
orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.
Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.
Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.
24:32)”.
F. Persiapan Sosial Setelah sepasang manusia menikah berarti status
sosialnya dimasyarakatpun berubah. Mereka bukan lagi gadis dan
lajang tetapi telah berubah menjadi sebuah keluarga. Sehingga mereka
pun harus mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam kegiatan di
kedua belah pihak keluarga maupun di masyarakat. “Sembahlah Allah
dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu. Dan berbuat
baiklah terhadap kedua orang tua, kerabat-kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin,”Q.S. An-Nissa: 36).
Adapun persiapan-persiapan menjelang pernikahan (A hingga F) yang
tersebut di atas itu tidak dapat dengan begitu saja kita raih.
Melainkan perlu waktu dan proses belajar untuk mengkajinya. Untuk
itu maka saat kita kini masih memiliki banyak waktu, belum terikat
oleh kesibukan rumah tangga, maka upayakan untuk menuntut ilmu
sebanyak-banyaknya guna persiapan menghadapi rumah tangga kelak.
3. Pemahaman kriteria dalam memilih atau menyeleksi calon suami
- Utamakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama yang baik
- Bagaimana ibadah wajib laki-laki yang dimaksud
- Sejauh mana konsistensi & semangatnya dalam menjalankan syariat
Islam
- Bagaimana akhlaq & kepribadiannya
- Bagaimana lingkungan keluarga & teman-temannya
Catatan : Seorang laki-laki yang sholih akan membawa kehidupan
seorang wanita menjadi lebih baik, baik di dunia maupun kelak di
akhirat .
Sekufu
- Memudahkan proses dalam beradaptasi
- Tapi ini tidak mutlak sifatnya, karena jodoh adalah rahasia Allah
- Batasan-batasan siapa yang yang terlarang untuk menjadi suami (QS
4:23-24; QS2: 221)
4. Langkah-langkah yang ditempuh dalam kaitannya untuk memilih calon
a. Menentukan kriteria calon pendamping (suami ). Diutamakan lelaki
yang baik agamanya.
b. Mengkondisikan orang tua dan keluarga , Kadang ketidaksiapan
orang tua dan keluarga bila anak gadisnya menikah menjadi suatu
kendala tersendiri bagi seorang muslimah untuk menuju proses
pernikahan. Penyebab ketidak siapan itu kadang justru berasal dari
diri muslimah itu sendiri, misalnya masih menunjukkan sikap kekanak-
kanakan, belum dapat bertanggung jawab dsb. Atau kadang dapat juga
pengaruh dari lingkungan, seperti belum selesai kuliah (sarjana)
tetapi sudah akan menikah. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi
jauh-jauh hari sebelumnya, agar pelaksanaan menuju pernikahan
menjadi lancar.
c. Mengkomunikasikan kesiapan untuk menikah dengan pihak-pihak yang
dipercaya Kesiapan seorang muslimah dapat dikomunikasikan kepada
pihak-pihak yang dipercaya, agar dapat turut membantu langkah-
langkah menuju proses selanjutnya.
d. Taâ’aruf (Berkenalan) , Proses taâ’aruf sebaiknya dilakukan
dengan cara Islami. Dalam Islam proses taâ’aruf tidak sama dengan
istilah pacaran. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan
kondisi dua insan berlainan jenis yang khalwat atau berduaan. Yang
mana dapat membuka peluang terjadinya saling pandang atau bahkan
saling sentuh, yang sudah jelas semuanya tidak diatur dalam Islam.
Allah SWT berfirman “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang
buruk” QS 17:32).
Rasulullah SAW bersabda : “Jangan sekali-kali seorang laki-laki
bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu
bersama mahramnya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan
Muslim).
Bila kita menginginkan pernikahan kita terbingkai dalam ajaran
Islami, maka semua proses yang menyertainya, seperti mulai dari
mencari pasangan haruslah diupayakan dengan cara yang ihsan &
islami.
e. Bermusyawarah dengan pihak-pihak terkait , Bila setelah proses
taâ’aruf terlewati, dan hendak dilanjutkan ke tahap berikutnya, maka
selanjutnya dapat melangkah untuk mulai bermusyawarah dengan pihak-
pihak yang terkait.
f. Istikhoroh , Daya nalar manusia dalam menilai sesuatu dapat
salah, untuk itu sebagai seorang msulimah yang senantiasa bersandar
pada ketentuan Allah, sudah sebaiknya bila meminta petunjuk dari
Allah SWT. Bila calon tersebut baik bagi diri muslimah, agama dan
penghidupannya, Allah akan mendekatkan, dan bila sebaliknya maka
akan dijauhkan. Dalam hal ini, apapun kelak yang terjadi, maka sikap
berprasangka baik (husnuzhon) terhadap taqdir Allah harus diutamakan.
g. Khitbah , Jika keputusan telah diambil, dan sebelum menginjak
pelaksanaan nikah, maka harus didahului oleh pelaksanaan khitbah.
Yaitu penawaran atau permintaan dari laki-laki kepada wali dan
keluarga fihak wanita. Dalam Islam, wanita yang sudah dikhitbah oleh
seorang lelaki, maka tidak boleh untuk dikhitbah oleh lelaki yang
lain. Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Janganlah
kamu mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah saudaranya, sampai yang
mengkhitbah itu meninggalkannya atau memberinya izin “(HR. Muttafaq
alaihi).
5. Pentingnya mempelajari tata cara nikah sesuai dengan anjuran &
syariat Islam
Sebenarnya tata cara pernikahan dalam Islam sangatlah sederhana
dibandingkan tata cara pernikahan adata atau agama lain. Karena
Islam sangat menginginkan kemudahan bagi pelakunya. Untuk itu
memahami tata cara pernikahan yg islami menjadi salah satu kebutuhan
pokok bagi calon pasangan muslim. Dengan melaksanakan secara Islami,
maka sebisa mungkin untuk menghindarkan diri dari kebiasaan-
kebiasaan tata cara pernikahan yang berbau syirik menyekutukan
Allah). Karena hanya kepada Allah SWT sajalah kita memohon
kelancaran, kemudahan, keselamatan dan kelanggengan pernikahan
nanti. Untuk beberapa hal yang harus kita ketahui tentang tatacara
nikah adalah masalah sbb:
a. Dewasa (baligh) & Sadar
b. Wali , “Tidak ada nikah kecuali dengan wali” (HR.Tirmidzi J.II
Bukhari Muslim dalam Kitabu Nikah),
c. Mahar , “Berikanlah mahar kepada wanita-wanita (yang kamu nikahi)
sebagai pemberian yang penuh kerelaan” (QS: 4:4)
- Semakin ringan mahar semakin baik. Seperti sebuah hadis yang
diriwayatkan Abu Dawud dari Uqbah bin Amir : “Sebaik-baiknya mahar
adalah paling ringan (nilainya).”
- Bila tak memiliki materi, boleh berupa jasa. Semisal jasa
mengajarkan beberapa ayat al-Qur’an atau ilmu-ilmu agama lainnya.
Dalam sebuah hadis Rasulullah berkata kepada seorang pemuda yang
dinikahkannya : “Telah aku nikahkan engkau dengannya (wanita) dengan
mahar apa yang engkau miliki dari Al-Quran” (HR. Bukhari dan Muslim)
d. Adanya dua orang saksi
e. Proses Ijab Qobul , Proses Ijab Qabul adalah proses perpindahan
perwalian dari Ayah/Wali wanita kepada suaminya. Dan untuk
kedepannya makan yang bertanggung jawab terhadap diri wanita itu
adalah suaminya. Syarat-syarat diatas adalah ketentuan yang harus
dipenuhi dalam syarat sahnya prosesi suatu pernikahan. Selain itu
dianjurkan untuk mengadakan walimatul `ursy, dimana pasangan
mempelai sebaiknya diperkenalkan kepada keluarga dan lingkungan
sekitar bahwa mereka telah resmi menjadi pasangan suami isteri,
sebagai antisipasi terjadinya fitnah.
6. Permasalahan seputar masalah persiapan nikah
a. Sudah siap, tetapi jodoh tidak kunjung datang Rahasia jodoh
adalah hanya milik Allah, tidak ada satu orangpun yang dapat
meramalkan bila jodohnya datang. Sikap husnuzhon amat diutamakan
dalam fase menunggu ini. Sembari terus berikhtiar dengan cara
meminta bantuan orang-orang yang terpercaya dan berdo’a memohon
pertolongan Allah. Juga upayakan senantiasa memperbaiki dan
meningkatkan kualitas diri. Hindari diri dari berangan-angan, isilah
waktu oleh kegiatan-kegiatan positif .
b. Belum siap, tetapi sudah datang tawaran Introspeksi diri, apakah
yang membuat diri belum siap ?. Cari penyebab ketidak siapan itu,
tingkatkan kepercayaan diri dan fikirkan solusinya. Sangat baik bila
mengkomunikasikan masalah ini dengan orang-orang yang dipercaya,
sehingga diharapkan dapat membantu proses penyiapan diri. Sembari
terus banyak mengkaji urgensi tentang pernikahan berikut hikmah-
hikmah yang ada di dalamnya.
7. Penutup
Agama Islam sudah sedemikian dimudahkan oleh Allah SWT, tetap masih
saja ada orang yang merasakan berat dalam melaksanakannya karena
ketidak tahuan mereka. Allah Taâ’ala telah berfirman: “Allah
menghendaki kemmudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan
bagimu” (Q.S. Al-Baqarah : 185)
Kita lihat, betapa Islam menghendaki kemudahan dalam proses
pernikahan. Proses pemilihan jodoh, dalam peminangan, dalam urusan
mahar dan juga dalam melaksanakan akad nikah. Demikianlah beberapa
pandangan tentang persiapan pernikahan dan berbagai problematikanya,
juga beberapa kiat untuk mengantisipasinya. Insyallah, jika ummat
Islam mengikuti jalan yang telah digariskan Allah SWT kepadanya,
niscaya mereka akan hidup dibawah naungan Islam yang mulia ini
dengan penuh ketenangan dan kedamaian .
Wallahuâ’alamu bi showab.
qo-

Bekal Pernikahan

Tidak ada yang salah manakala seorang muslimah merindukan cinta dan kasih sayang dari seseorang yang diharapkan akan menjadi pendamping hidupnya. Setiap insan termasuk seorang muslimah pun berhak dan lumrah untuk merasakan kerinduan semacam itu. Meskipun tak terungkap secara lisan, penantian dan impian untuk menggapai sebuah mahligai pernikahan adalah puncak gelisah dan kerinduan yang merupakan salah satu bentuk ujian seorang gadis muslim.
Ibarat sekuntum bunga yang sedang mekar atau bahkan telah mekar dan matang dalam waktu yang sudah cukup lama, adanya kecenderungan untuk disentuh oleh si kumbang jantan yang menawan dan memberikan sari madunya adalah adalah salah satu fitrah yang lumrah dirasakan oleh dirasakan oleh seorang gadis. Sayangnya, saat ini banyak sekali dan semakin banyak kumbang-kumbang jantan yang hanya mengobral rayuan gombal, kata-kata picisan, hanya menggoda, bahkan hanya ingin menghisap sari madu dari sang gadis saja, setelah dapat ia terbang dan menghilang entah kemana. Sedikit sekali kumbang-kumbang jantan yang bersedia berjuang untuk membawa sang gadis dengan jalan yang diridhoi oleh Allah swt, yaitu sebuah jalan pernikahan.
Pernikahan merupakan sebuah ikatan suci, maka sudah sepatutnyalah setiap langkah untuk mencapainya pun harus dilakukan dengan cara yang suci. Manakala seorang gadis telah merasakan kerinduan akan seorang pendamping hidup, artinya secara sadar maupun tidak ia telah melangkahkan kakinya pada salah satu jalan yang akan menghantarkan pikiran dan hatinya pada sebuah mahligai pernikahan. Untuk itu, hendaknya ia senantiasa berjaga dengan kuat dan berhati-hati dalam setiap langkah. Jangan sampai ada noda yang tercecer dan mengotori jalan yang suci ini hingga tiba saat yang dinanti-nanti, yaitu ketika Allah meridhoi dan mewujudkan sebuah pernikahan indah dan suci yang selama ini didambakan.
Memang, penantian tidaklah membutuhkan tenaga yang ekstra besar. Namun, sebagian besar manusia pun mengakui bahwa penantian adalah  salah satu pekerjaan yang sangat melelahkan. Terlebih lagi penantian untuk sebuah pernikahan, ini merupakan sebuah penantian besar yang sangat melelahkan. Karena, dalam penantian inilah syaithon-syaithon dalam bentuk nafsu dan syahwat senantiasa menghampiri. Manakala seorang gadis tengah berada dalam lelahnya sebuah penantian, maka pada saat itulah syaithon-syaithon sedang menatapnya sebagai sebuah sarapan pagi yang lezat dan siap untuk disantap. Oleh karena itu, seorang muslimah hendaknya benar-benar mengerti hal-hal yang sebaiknya ia lakukan dalam masa penantiannya. Dengan demikian, penantiannya untuk sebuah pernikahan yang indah dan suci tidak akan sia-sia, dan Allah akan memberikannya seorang pendamping Robbani dalam pernikahan yang telah menjadi impian.
Pernikahan adalah awal dari sebuah kehidupan dan perjalanan hidup yang baru. Idealnya, perjalanan panjang hendaknya disertai dengan bekal yang benar dan cukup. Demikian pula dengan pernikahan, membutuhkan bekal yang tidak sedikit dan sembarangan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang sepatutnya dilakukan dan diistiqomahkan oleh seorang muslimah dalam penantiannya untuk menuju sebuah pernikahan yang diridhoi oleh Allah swt. Langkah-langkah inilah yang insya Allah akan menjadi bekal untuk berlayar di atas lautan dan gelombang kehidupan dengan ombak dan badai yang selalu mengintai. Langkah-langkah inilah yang akan menjadi kompas dan bahan bakar untuk perahu pernikahan.
1.    Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah
Menantikan seorang lelaki sholih yang akan meminang dan menyandingnya dalam sakralnya pernikahan memang akan memancing datangnya berbagai bentuk godaan. Untuk itulah, seorang muslimah hendaknya terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya (baik ibadah fardhu maupun sunnah) untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Insya Allah, dengan peningkatan ibadah ini Allah akan memberikan kekuatan dan pertolongannya untuk menghadapi godaan-godaan yang mencoba untuk menggoyahkan dan memikatnya.
2.    Istiqomah dalam doa dan tawakal
Sesungguhnya, segala sesuatu yang terjadi maupun yang tidak terjadi adalah hanya atas kehendak Allah swt semata. Rizki, maut, dan juga jodoh, itu semua berada dalam genggaman Allah swt, tidak akan ada yang mampu merubahnya kecuali Dia. Dan sebagai manusia, yang diwajibkan hanyalah berusaha dan berdoa dengan sebaik-baiknya. Kemudian bertakwakallah kepada-Nya, serahkan dan percayakan segala keputusan final hanya kepada-Nya. Janganlah pesimis dan berburuk sangka kepada Allah, karena Allah akan mengikuti persangkaan hamba-Nya.
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqoroh: 153)
Istiqomahlah dalam berdoa agar diberikan pendamping hidup yang sholeh, dan dikaruniakan sebuah pernikahan yang barokah sehingga membawa kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Yakinlah bahwa Allah lebih mengerti apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Dan yakinlah, bahwa Allah hanya akan memberikan yang terbaik kepada hamba-Nya.
3.    Mempersiapkan diri
Meskipun dinanti-nanti, namun pernikahan bukanlah hal sepele yang dapat dicapai dan dijalani dengan sembarangan atau asal mau saja. Ketika seorang wanita telah memasuki pintu pernikahan, maka secara otomatis kewajibannya pun telah bertambah (demikian pula halnya dengan laki-laki). Maka dari itu, hendaknya seorang muslimah senantiasa mempersiapkan dirinya sebelum seorang pangerang yang diutus oleh Allah swt datang untuk menjemput dan membawanya menuju istana pernikahan yang sakral.
Teruslah membekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama, dan terutama ilmu agama yang berkaitan dengan masalah kerumah tanggaan. Selain itu, seorang muslimah juga harus membekali dirinya dengan keterampilan berumah tangga. Dan bekal yang terakhir adalah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang isteri sholihah yang taat dan senantiasa menyenangkan hati suami.
Saudariku, pernikahan adalah dambaan bagi setiap insan, tidak terkecuali seorang muslimah. Dan menunggu pangeran sholih yang akan menjemputnya menuju mahligai pernikahan yang sakral, bukanlah perjuangan yang ringan. Gelisah, gundah, tanda tanya, harap, cemas, semua membaur menjadi satu. Namun, sekali lagi pernikahan bukanlah ikatan yang dapat dijalin dengan “mau” saja. Untuk menuju pernikahan yang barokah, dibutuhkan bekal-bekal yang benar dan cukup. Jangan sampai kita kehabisan bahan bakar ataupun perbekalan ketikan sedang menyelami lautan pernikahan. Terlebih lagi menyelami lautan pernikahan tanpa membawa bekal, anda akan kelaparan dan kehausan. Jangan sampai anda melupakan peta dan kompas manakala hendak menjelajahi belantara pernikahan.
Saudariku, rindukanlah sebuah pernikahan sakinah, mawaddah, warrohmah. Rindukanlah seorang pendamping hidup yang akan membawa ikatan pernikahan mulia di dunia dan akhirat. Dan tidaklah sebuah pernikahan akan sakinah, mawaddah, warrohmah, melainkan dengan kita memperjuangkannya di jalan yang diridhoi oleh Allah, melainkan kita masuki pintu pernikahan tersebut dengan menyebut asma Allah. Dan tidaklah senuah pernikahan akan sakinah, mawaddah, warrohmah, kecuali kita menjalankannya dengan bekal yang cukup, dengan bekal yang benar. Allah, adalah pangkal tolak dan arah melangkah kita dalam menanti dan mengemudikan sebuah pernikahan.
Pernikahan yang barokah adalah pernikahan yang dilandasi dengan nilai-nilai iman dan takwa. Hanya pernikahan yang barokahlah yang akan memberikan kebagiaan dunia dan akhirat. Pernikahan dibawah naungan islam, pernikahan dibawah naungan Allah adalah pernikahan yang menjadi dambaan orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Tiga langkah di atas merupakan secuil ikhtiar yang jika direalisasikan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keistiqomahan, insya Allah akan menjaga diri kita dari godaan-godaan yang menerpa manakala berada disebuah jalan menuju pernikahan. Dan insya Allah akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat dalam mengaruhi bahtera pernikahan kelak.
www.syahadat.com

1.4.12

::teruntuk shahabiy, V::

sebentar lg kau akan menyempurnakan separuh agamamu. Tak banyak kisah yg qt ukir bersama selepas meninggalkan almamater. Pun tidak bisa banyak membantu di saat sibuknya dirimu mempersiapkan hari bahagiamu. Berharap acaranya lancar dan sukses dan tentunya turut berbahagia untukmu.

Setelah resmi mjd Ny. T nanti, jangan lupa kau kisahkan kisah kenakalan qt dulu yg pernah pulang larut malam mengikuti musda kammi sumsel. Apa kau msh ingat kisah itu. Ketika qt mewakili komsat asyifa yg tak punya ikhwan (bidin), mengikuti acara demi acara yg cukup alot hingga jam 12 dini hari. Entah apa pendapat pak satpam asrama qt ktk melihat qt pulang selarut itu dg diantar 2 org laki2. Qt pikir hanya diantar olh seorg ikhwan, ee pas sampai di dpn gerbang asrama ternyata ikhwannya 2 org. "jadi pas 2 pasang", katamu saat itu, "kl org mo brprasangka". Alhamdulillah, Allah melindungi qt dr fitnah dan dari pantauan ibu asrama saat itu :)

cerita betapa ghirohnya qt dulu mengikuti aksi mahasiswa. "kpd para mahasiswa.. Kpd rakyat yg kbingungan, kpd pewaris peradaban.. wahai kalian yg rindu kemenangan.." Sampai2 tak ada seruan yg sengaja qt lewatkan. Close our face.

Cerita nekadnya kita. Kau masih ingat bagaimana IMK-SS lahir. Agh, tak perlu kuuraikan disini.
Dan banyak cerita2 perjuangan qt yg mungkin laen waktu akan kuceritakan pada anak2ku kelak (lah ngomongin anak, nikah ja blm yak).

Oya, 1 hal lg. Makasih yoh dah jd guru pertamaku belajar motor dan maaf variomu jd lecet gara2 kugas ke parit bidan sinta.

Dan ingin kusampaikan pdmu agar lebih dewasa bersikap, lebih tenang dan catat semua rencana yg akan dilakukan (wlw mungkin kau sekarang tdk lg pelupa dan plinplan spt drq). Dan terpenting, jangan sampai keluar dari lingkaran..
Smangat!

Koba, 29 Maret 12 23:27 pm
ur sista, qnita

qo-

28.3.12

..Pendidikan utk kalian..


adik-adikku..
Jangan pernah terpikir untuk berhenti menuntut ilmu (tidak lanjut kuliah) karena pendidikan itu penting dan menjadi sangat penting bagi orang-orang seperti kita. Kalo bukan dg pendidikan, dg apa kita akan mengubah nasib dan mengangkat derajat. Tamat SMA saja tidaklah cukup, diluar sana semua orang sudah minimal strata 1, apalagi beberapa tahun mendatang. Berlomba-lombalah dalam mengenyam pendidikan setinggi-tingginya karena include dari itu engkau akan dihargai orang.

adik-adikku..
Sekolahlah dg sungguh-sungguh, rajin dan giat. Semakin tahun, kuliah itu semakin meningkat syarat pencapaiannya. apalagi zaman uang sekarang ini. Kalo tidak benar-benar pintar, engkau akan tersisihkan oleh mereka yang ber-uang. Pesan kakak, tekun dan rajinlah belajar  dr sekarang. Mulai pelajarilah soal-soal SPMB dan sejenisnya sebagai persiapan masuk kuliah. Bukankah Allah itu menilai proses, insyaallah hasilnya adalah yang terbaik jk kalian memang telah mempersiapkan dg sungguh-sungguh. Ayuk tau kalo kalian hobi nonton tp alangkah baiknya jika waktu kalian tidak dihabiskan di depan tv mengikuti episode demi episode sinetron FTV, tak ada manfaatnya bagi kalian.

jika selama ini kalian bisa mengandalkan kakak tapi Kalo tak sungguh2 dan akhirnya tidak lulus tes masuk kampus maka kakak tak lagi bisa berbuat apa-apa untuk kalian. Kalian sendiri tau bagaimana input dan output keuangan kakak, tak mencukupi  untuk menopang biaya kuliah swasta.

Tapi bukan berarti uang adalah segala-galanya, tak berarti kalian tak bisa kuliah jk tak ada uang. Perlu kalian ketahui  bahwa banyak orang sukses yang berangkat dari keluarga seperti kita. Mereka punya niat kuat untuk sukses dan sungguh-sungguh (dengan kerja keras) untuk mewujudkannya. Semangat adik-adikku..

28.2.12

Kalanchoe pinnata

Khasiat Cocor Bebek





Cocor bebek atau suru bebek(Latin:Kalanchoe pinnata syn.Bryophyllum calycinum syn.Bryophyllum pinnatum) adalah tumbuhan sukulen (mengandung air) yang berasal dari Madagaskar. Tanaman ini terkenal karena metode reproduksinya melalui tunas daun (tunas/adventif).

Cocor bebek populer digunakan sebagai tanaman hias di rumah tetapi banyak pula yang tumbuh liar di kebun-kebun dan pinggir parit yang tanahnya banyak berbatu.

Cocor bebek memiliki batang yang lunak dan beruas. Daunnya tebal berdaging dan mengandung banyak air. Warna daun hijau muda (kadang kadang abu-abu). Bunga majemuk, buah kotak. Bila dimakan cocor bebek rasanya agak asam dan dingin.

Cocor bebek menjadi tanaman yang umum di daerah beriklim tropika seperti Asia, Australia, Selandia Baru, India Barat, Makaronesia, Maskarenes, Galapagos, Melanesia, Polinesia, and Hawaii. Di banyak daerah tersebut, seperti di Hawaii, tanaman ini dianggap sebagai spesies yang invasif.




Alasan utama penyebarannya yang besar adalah karena kepopuleran tanaman ini sebagai tanaman hias.


Cocor bebek mengandung asam malat, damar, zat lendir, magnesium malat, kalsium oksalat, asam formiat, dan tanin. Cocor bebek digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan sakit kepala, batuk, sakit dada, borok, dan penyakit kulit lainnya, menyembuhkan demam, memperlancar haid yang tidak teratur, obat luka, serta bisul.

Penelitian yang dilakukan oleh Supratman beserta rekan-rekan dari Divisi Biokimia Terapan Osaka Prefecture University di Sakai, Jepang, menunjukkan bahwa isolasi terhadap lima bufadienolides dari daun sosor bebek mempunyai efek menghambat pengaktifan antigen awal virus Epstein-Barr (EBV-EA) pada sel Raji yang disebabkan oleh tumor.

Selain bufadienolides, cocor bebek yang mempunyai rasa sedikit asam, lunak, dan dingin ini juga mengandung zat asam lemon, zat asam apel, vitamin C, alkaloid, flavonoid, quercetin-3-diarabinoside, dan kaempferol-3-glucoside. Kandungan kimia tersebut membuat sosor bebek bisa digunakan untuk berbagai pengobatan.

Selain bisa dimanfaatkan untuk pengobatan dalam, cocor bebek juga bisa digunakaan untuk penggunaan luar.

Luka : Daun cocor bebek secukupnya diparut atau ditumbuk. Tambahkan sedikit air dan balurkan pada bagian tubuh yang mengalami luka. Ganti setiap tiga jam sekali.

Perut mulas: Beberapa helai daun dadap serep ditumbuk dengan beberapa lembar daun cocor bebek. Beri sedikit air. Kemudian balurkan ramuan tersebut pada perut.Menurunkan demam: Lumatkan daun cocor bebek, lalu balurkan pada dahi. Gunakan dua kali sehari.

Bisul atau memar: Hancurkan 30-60 gram daun cocor bebek kemudian peras. Tambahkan madu dan diminum. Sisa daun ditempelkan pada bagian yang sakit.

Radang telinga luar: Lumatkan 5-10 daun cocor bebek, peras. Airnya digunakan sebagai obat tetes telinga.

Radang amandel: Lumatkan 5-10 daun cocor bebek. Ambil airnya dan gunakan sebagai obat kumur.
 

26.2.12

Rasa Hujan,,

sebelumnya juga pernah merasakan hal seperti ini. Kali ini terasa berbeda karena 4 hari ini disuguhkan cuaca panas yg jg luar biasa, bahkan sampai dengan siang tadi. Akibatnya pori-pori sekujur tubuh membesar, mungkin.

Bisa kau bayangan, teman. Dalam keadaan panas luar biasa dengan pori2 yang terbuka, tiba2 hujan, sangat deras dengan tamparan angin yg cukup kencang. Menikmati nikmat cuaca dingin untuk menit pertama.

Di menit berikutnya, tak kuasa lagi merasakan dingin yang merasuk sampai ke tulang.

Dirasa sudah tak mampu, akhirnya berteduh sejenak. Perjalanan di depan masih 60km lagi, perjalanan di belakang baru 4km. Fisik ini mulai menggigil. Pikir2, baru kali ini aku putar balik. Ya, putar balik.

Menempuh 4km. Kau tau bagaimana rasanya, teman. Ketika jantungmu serasa dihimpit beton, hipoksia, sesak. Jari jemari tangan dan kakimu serasa dianastesi, kaku, tak berasa, sianosis. Rasanya sungguh tidak enak, teman. Membeku sekujur tubuh, gemeratak gigi tanpa disadari. Hanya 4km. Kl lebih dari itu kubayangkan jantung akan henti beraktifitas karena membeku.

Itu semua terjadi akibat kelalaian membawa perlengkapan mobile dan motor. Jaket dan jas hujan, ternyata itu sangat penting.

Slain dari perlengkapan di atas, juga harus jeli dan cepat mengambil keputusan untuk segera berteduh jika diidentifikasi akan turun hujan lebat.

Ini ceritaku sore ini, semoga ada hikmah yg bisa diambil, khususnya bagi teman2 yg akn melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan roda 2.

PKP, 26 februari 2012..

22.2.12

:: Diperjalananku menuju 24 ::


Memasuki dunia sesungguhnya, setelah tamat kuliah. Bingung nyari pekerjaan yang pas di hati (atasan enak, gaji besar, hhe), mo usaha mandiri tapi terkendala modal. Bagiq saat itu, buka usaha perlu modal. Coba-coba kerja di BPS dengan gaji seadanya, mencari pengalaman praktik bidan biar mahir pikirku saat itu, sembari menunggu peluang kerja di luar negeri (target utamaku ketika setelah tamat kuliah, hhe). Setelah dicari info sana/i, tak kunjung juga peluang untuk terbang keluar negeri. Alhasil ikut tes PNS yang marak saat itu (sama sekali tak terpikir untuk menjadi abdi negara sipil sebelumnya, bisa dikatakan tak ada pilihan). Kemudian judulnya menjadi putri daerah yang tertolak (OKI) dan bernasib di negeri laskar pelangi, Bangka.



Kembali berpetualang, mulai dari tes sampai pemberkasan adalah perjuangan yang luar biasa. Untungnya tak sendiri, trims sobatku, saudaraku Rosi Frita Andini Samosir  atas segala bantuan dan sayangmu hingga sampai kesini. Menginjakkan kaki pertama untuk bekerja, pelantikkan CPNS @22022010


Tak sampai disitu, perjuangan baru kembali dimulai, ya dunia kerja. Ternyata dunia kerja itu tak seindah bayangan, ia merupakan terpaan yang cukup keras bagiku saat itu yang masih bau kampus. Tak banyak yang kupikirkan tentang dunia kerja sebelumnya, kulakukan apa yang harus kukerjakan, kupelajari apa yang belum bisa kulakukan, kutanyakan apa yang tidak kuketahui dan kubagi apa yang kuketahui. Sotoy dan keberanianku menjadi boomerang bagiku, hingga muncul cacian dan pandangan tidak suka terhadap diriku. Alhamdulillah ada teman yang menguatkan, trims Ully Dianita yang telah sering menemani kesendirian dalam kesedihanku. Menyusul kemudian Selvi Adelia, Shera Liantry, Siti Zulfitria dan temen-temen angsa babel @22022011, tak lama kemuadian kamipun resmi menjadi PNS bangka tengah.



Dan hari ini, tak seperti tahun lalu yang dalam kesepian. Kini kembali melangkah bersama Rosi Frita Andini Samosir , mencoba meraih mimpi-mimpi, bertolak dari kejayaan pada masa asrama. Tak semudah meraih dan mencoba kesuksesan seperti dulu memang, ada banyak tantangan dan kendala yang ditemui. Ya waktu. Kini waktu berlari, tak berasa. Kerja, pulang, praktek, istirahat, dan kerja lagi, begitulah seterusnya. Waktu kita yang banyak tersita untuk menjalankan kewajiban sebagai abdi negara. Penat memang, Jazzakillah kpd teman-teman lingkaran yang selalu mengingatkan dan menguatkan.




Begitupun umur, tak terasa sudah memasuki 24 tahun kehidupan dan telah 2 tahun tepat kita disini. Belum terlihat memang kesuksesan mimpi yang ingin diraih tetapi tetap selalu ada syukur di hati, masih diberikan waktu untuk terus berjuang @22022012


qo-

4.2.12

wahai kekasih...















Tika sendiri terkenang kembali
Pada dirimu oh kekasih
Dikau mutiara permata berharga
Kau satu tiada bandingannya


Kehadiranmu sinar gemerlapan
Cahaya murni kehidupan
Perginya dirimu satu kehilangan
Agung namamu di ingatan

Wahai kekasih yang disanjungi
Kasih sayangmu tak terperi
Kejujuranmu jua tulus budimu
Tersemat di dalam kalbu

Pelbagai rintangan cabaran mendatang
Diharungi dengan kesabaran
Ketabahan diri kekuatan iman
Azimat dalam perjuangan

Hadirmu kekasih bawa ketenangan
Kedamaian dan kebahgiaan
Pengorbananmu lambang kemegahan
Jasamu jadi sanjungan

Tenatnya dirimu di perbaringan
Umatmu sering di ingatan
Pelbagai rintangan cabaran mendatang
Diharungi dengan kesabaran
Ketabahan diri kekuatan iman

Azimat dalam perjuangan
Hadirmu kekasih bawa ketenangan
Kedamaian dan kebahgiaan
Wahai kekasih yang dirindui
Padamu janji dipatri
Sepenuh jiwa korban segala
Mengenangmu selamanya



Munsyid : Brothers
http://liriknasyid.com


12 Rabiul awal 1433 H

21.1.12

Kejutan cuti perdana..


Setelah hampir 1/2 th tidak pulang kampung, akhirnya januari ini aq ngambil cuti tahunan yg harusnya bs diambil tahun kmrn (krn tdk ada urusan yg penting jd ndak diambil). Ya, kepulangan kali ini ada indikasi sehingga ngambil cuti dadakan.

Kira2 2 mggu sebelumnya mendapat kabar dari ubak di dusun via telp jika...

Alhamdulillah proses pengajuan cutinya lancar walau disibukkan dengan lomba posyandu sampai H-1 keberangkatan, alhasil packing seadanya. Alhamdulillah ada 8 hr..

Koba-pangkalpinang. Menunggu seseorang yg akan membawa motorq menuju pelabuhan, ada jam kuliah tambahan tiba2. Ya, aq bawa motor. Perut sdh diisi dan bekal sdh dibeli secukupnya. Jam 3 sore, org tsb tak kunjung datang. Apa aq duluan saja, tapi takutnya terlantar di muntok. Menunggu sampai jampun menunjukkan pukul 5 sore.

Pangkalpinang-muntok biasa ditempuh bus dg kecepatan super adalah 3 jam. Kapal terakhir hari itu berangkat paling lambat jam 7 malam. Jadi kuputuskan utk nginep dulu di pangkal.

semuanya berjalan lancar keesokkan harinya, termasuk bonus biaya kapal. ya aq dan motorq menyeberang dengan gratis. kapal yang aq tumpangi ini biasanya hanya 7-8 jam muntok-palembang tetapi tidak untuk kali ini. sangat tidak biasa, jam 11 malampun belum sampai ke palembang (mulai berlayar jam 15.00). walau lama, alhamdulillah jam 4 shubuh sampai dengan selamat. langsung menuju RSMH, nebeng istirahat.

-to be continued-

15.1.12

sedikit kata yang mampu kugoreskan untukmu. maafkan aku..

aku bukan orang yang romantis yang mampu menyapamu dengan puitis. aku mengenalmu adalah baik dalam menjaga kehormatan, berhati-hati dalam bergaul, mempunyai harapan dan cita yang sama, mendamba surgaNya. ujian itu bukan ketika kita bersama tapi ketika kita sendirian, itulah ujian yang sebenarnya.


ku berharap kau dan aku mampu bertahan sampai akhir. walau aku tak seperti dia yang mampu mendengarkanmu dengan baik, mampu meluangkan waktu lebih banyak untukmu, dan membuatmu lebih nyaman. ku harap kau mengingat indahnya kebersamaan kita dalam mencari keridhaan-Nya, selalu memelihara iman, tidak dalam kefuturan, segera bangkit dan charge ketika ia ringkih.


maafkan aku yang seringkali lupa membayangkan wajahmu dalam robitha. kau sahabatku, memori indah kita bersama selalu tersimpan di hati. ana uhibbukifillah..


*jika boleh berpendapat, kau jauh lebih indah seperti dulu..

7.12.11

diantara Kesendirian


Kali ini dan ke depannya, mungkin saya akan ngepos catatan-catatan sulit masa lalu. catatan-catatan yang jika dibaca sekarang terasa lucu namun lumayan kagak enak jika kembali dikenang, masa-masa labil menuju pendewasaan diri. catatan kali ini beranjak ketika awal-awal kerja dulu dg berbagai kehebohan yg saya ciptakan (sendiri). *hiie..

Sebelumnya, saya sedikit bercerita dulu. ketika babak awal memasuki dunia kerja dulu, hari pertama langsung disambut dg rapat/forum bulanan. ada beberapa item pertanyaan yang saya ajukan hingga membuat 'heboh' seantero ruang rapat, bahkan tidak sedikit saya mendengar ada yang menghujat. introspeksi diri "orang baru jangan banyak tanya", terlepas dari kesalahan pertanyaan saya "saya bertanya pada tempatnya" *menghibung diri. Dulu sempat terlontar "kenapa mereka tidak berusaha menempatkan diri di posisi saya atau anggap saja saya ini adik baru mereka yang tidak tahu apa-apa dan sangat wajar bertanya dan salah", saya lupa bahwa saya dulu ngotot sekedar minta dipahami (tanpa berusaha memahami mereka). jika mendengar kisah perjuangan hidup mereka, wajar jika mereka (dulu) tidak suka dengan gaya dan kalimat-kalimat tanya yang saya ajukan.
kemudian saya menempati desa, "sendiri"..

                                                                      ---------------------



Dan memang benar bahwa kita terlahir sendiri, mati sendiri, dan hidup itu pun sebenarnya sendiri. Tak ada kekerabatan dan pertemanan yang kekal. Tak ada satupun  orang yang benar-benar bisa menjadi tempat bergantung.
Ketika memasuki dunia kerja, banyak hal di luar kebiasaan kampus yang akan ditemui. Banyak karakter baru dengan berbagai usia akan didapati. Dari pendiam, egois, sampai yang cerewet (apapun menjadi bahan pembicaraan). Dunia kerja ini (menurutku) dominan digunakan untuk bicara (ketimbang actions) meskipun profesinya bukan sebagai pengacara atau komunikator lainnya.
Yang menjadi pikiran adalah ketika dihadapkan pada orang-orang yang kita bingung seperti apa sebenarnya karakter dirinya. Apabila di depan kita sepertinya dia sangat baik, sedang-sedang saja, cukup baik, atau standar tetapi kemudian di belakang dia menikam kita. Adakalanya sesuatu yang menurut kita sesuatu yang tidak penting kemudian menjadi pembahasan heboh dan panjang di belakang.
Mungkin tantangan terbesar dalam dunia kerja kesehatan ini adalah saat seperti ini, yunior. Sesuatu yang menurutmu biasa-biasa saja dan benar, menjadi salah dan tidak boleh disini. Kreasimu dibatasi, teman. Inilah mengapa adalah sangat lebih baik jika kita bekerja sendiri, tanpa keterikatan, instruksi, dan tekanan.

Air mesu, 19 mei 2010

                           --------------